‹ News Index rexaconsulting.com
Back to Main News

PERANAN AKUNTANSI DALAM BISNIS

PERANAN AKUNTANSI DALAM BISNIS
Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan
dalam suatu mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya bersifat finansial dan penafsiran dan hasil-hasilnya. Dalam bisnis akuntansi adalah sebuah fondasi pengelolaan keuangan. Akuntansi adalah salah satu alat untuk merencanakan yang dapat digunakan untuk penyusunan strategi bisnis dan pengambilan keputusan bisnis, karena wujud dari akuntansi salah satunya adalah laporan keuangan. Di dalam laporan keuangan, pengambil keputusan dapat memantau arus kas, laba rugi, analisa keuangan, analisa risiko, dan juga mengidentifikasi peluang investasi.

Peran akuntasi dalam bisnis adalah memberikan informasi yang valid dan relevan terkait berbagai aktivitas finansial maupun nonfinasia. Informasi mengenai keuangan akan dicatat di Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan atau yang sering dikenal sebagai Neraca, Laporan Laba/Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Modal, dan Analisa Laporan Keuangan. Informasi dalam laporan keuangan ini memudahkan pengambil keputusan untuk memantau kondisi perusahaan. Seorang akuntan bertugas menyediakan semua informasi yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan. Seorang akuntan perlu memastikan bahwa pihak-pihak yang berkepentingan bisa mengerti angka-angka yang terdapat di laporan keuangan yang telah dibuat oleh perusahaan.

Selain untuk pengambilan keputusan, salah satu peran akuntansi untuk memastikan perusahaan mematuhi aturan dan regulasi keuangan yang berlaku, termasuk perpajakan. Pajak merupakan suatu kontribusi wajib kepada pemerintah secara terutang oleh seseorang atau badan yang sifatnya memaksa. Pajak yang dibayar kepada pemerintah untuk mendukung berbagai hal seperti jaminan sosial, layanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. Ini mencakup Pajak Penghasilan, Pajak Perusahaan, dan Pajak Dewan. Laporan keuangan yang benar dan akurat diperlukan untuk penghitungan pajak dan pelaporan ke otoritas pajak.

Secara dasar, meskipun pajak selalu terkait dengan akuntansi, akuntansi tidak selalu langsung terkait dengan pajak. Akuntansi justru dapat memenuhi banyak tujuan. Anda mungkin mencatat pengeluaran pribadi untuk mengetahui apakah bisa membeli sesuatu atau tidak, atau mencatat investasi serta pengeluaran lainnya. Namun dalam berbisnis, akuntansi mengelola semua angka yang terkait dengan bisnis Anda. Penting untuk diingat bahwa akuntansi bukan hanya tentang pencatatan transaksi keuangan, tetapi juga tentang analisis, interpretasi, dan pengambilan tindakan berdasarkan informasi keuangan tersebut.

Bisnis yang berkelanjutan memanfaatkan akuntansi dalam pengelolaan perusahaan secara efisien dan efektif. Karena akuntansi tidak hanya mengukur dan melaporkan dampak yang berhubungan dengan finansial seperti arus kas, laba rugi, dan perpajakan, tetapi lebih dari itu akuntansi yang berkelanjutan juga mencangkup dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau yang sering disebut ESG (Environmental, Social, and Governance).

Nathania Angela, S.E.
Managing Partner Finance and Accounting Consultant